Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics

Friday, January 23, 2009

Beberapa Macam Paragraf

Paragraf Induktif

Pengertian Paragraf Induktif
Paragraf induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.

Ciri-ciri Paragraf Induktif

Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus

Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus

Kesimpulan terdapat di akhir paragraf


Jenis Paragraf Induktif :

1. Generalisasi
2. Analogi
3. Klasifikasi (Belum diketahui)
4. Perbandingan (Belum diketahui)
5. Sebab akibat

Pengertian Paragraf Generalisasi
General = umum

Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili

Membaca Paragraf Generalisasi

Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa, ternyata Ali, toto, Alex, dan Burhan mendapat nilai 8. Anak-anak yang lain mendapat 7. Hanya Maman yang 6, dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Boleh dikatakan, anak kelas 3 cukup pandai mengarang.

A.S. Broto (ed.)


Pengertian Paragraf Analogi

Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.

Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.




Pengertian Paragraf Sebab Akibat

Paragraf hubungan sebab akibat adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.

Membaca Paragraf Sebab Akibat

Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.

Saturday, January 17, 2009

English Grammar Kata Kerja Bantu




Kata Kerja Bantu (Helping Verb)

Auxiliary Verb(Kata Keja Bantu)

Kata kerja yang membantu kata kerja lain untuk membuat sebuah struktur kalimat yang lengkap.

Ciri utamanya adalah tidak dapat berdiri sendiri pada suatu kalimat, tetapi butuh kata kerja lainnya.

Kata-kata yang termasuk dalam auxalary verb adalah

  1. To be (is,am,are,was,were)

Contoh satu persatu penggunaannya.

· Am digunakan subyek I

o I am a teacher = Saya seorang guru.

· Is digunakan subyek he,she,it

o He is sick = Dia sakit

· Are digunakan subyek they,we,you.

o They go to market = Mereka pergi ke pasar

· Was merupakan bentuk lampau dari is, am, yang digunakan pada subyek I, she, he, it.

o I was sick yesterday = Saya sakit kemarin

· Were merupakan bentuk lampau dari are yang digunakan pada subyek we, you, they

o They were late yesterday = Mereka terlambat kemarin

Untuk lebih jelasnya, bagian to be akan dibahas tersendiri.

  1. Do (sebagai kata kerja bantu) digunakan jika subyeknya I, they, we, you. Dipakai untuk membuat kalimat negatif dan kalimat tanya.

Contoh :

a. Do you know her name ? = Kamu tahu namanya?

  1. Does (sebagai kata kerja bantu) digunakan apabila subyeknya he, she it.

Contoh :

a. Does he know my name ? = Apakah dia tahu nama-ku.

  1. Did (sebagai kata kerja bantu) merupakan bentuk lampau dari Do & Does dapat digunakan untuk semua subyek.

Contoh :

a. Did you go to the market yesterday ? = Apa kamu pergi ke pasar kemarin.

  1. Be digunakan pada kalimat nominal pada bentuk waktu Present Future Tense, Past Future tense, Future Continuous Tense, dan kalimat pasif.

Contoh :

a. She will be here tomorrow. = Dia akan berada disini besok.

  1. Being digunakan untuk membentuk kalimat pada bentuk waktu Present Continuous Tense dan kalimat pasif.

Contoh :

a. The match is being inspected by president. = Pertandingan itu sedang di[periksa oleh president

  1. Been digunakan pada kalimat nominal yakni pada perfect tense, past perfect tense, perfect continuest tense, future perfect tense, future perfect continuous tense, dan kalimat pasif.

Contoh :

a. I have been here for 5 days = Saya telah disini selama 5 hari.

  1. Have digunakan pada I, You, They, We yakni pada perfect tense, perfect continuous tense.

Contoh :

a. I have writren a latter to you = Saya telah menulis surat kepada-mu.

i. Has di gunakan pada subyek He, She, It yakni pada perfect tense, perfect continuous tense.

Contoh :

a. He has written a letter to you. = Dia telah menulis surat kepada-mu.

j. Had merupakan bentuk lampau dari have & has digunakan untuk semua obyek yakni pada past perfect

tense, past perfect continuous.

Contoh :

a. they had been eatng when I come. = Mereka sedang makan ketika saya dating.

  1. Can digunakan untuk menyatakan kesanggupan atau kemahiran seseorang.

Contoh :

a. I can belief it. = Saya bisa mempercayai ini.

  1. Must menyatakan suatu kewajiban atau keharusan .

Contoh :

a. I must go to Bandung = Saya harus pergi ke Bandung.

  1. May(boleh) dapat digunakan dalam pernyataan permintaan ataupun perizinan.

Contoh :

a. My I go to the bathroom = Bolehkah saya pergi ke kamar mandi.

  1. Will (akan) menyatakan perbuatan yang akan terjadi.

Contoh :

a. I will go to the market tomorrow. = Saya akan pergi ke pasar besok.

  1. Would (akan) merupakan bentuk lampau dari will. Pada umumnya menyatakan permintaan secara halus.

Contoh :

a. Would you open the window, please ? = Mukah kamu membuka jendela.

  1. Shall(akan, boleh, harus) pada umumnya di gunakan pada subyek we dan I

Contoh : We shall come here next week. = Kami akan dating disini minggu depan.

  1. Should (akan, boleh, harus) merupakan bentuk lampau dari shall. Pada umumnya digunakan untuk menyatakan perintah yang tidak terlaksana.

Contoh : You should have received my letter. = Kamu seharusnya telah mengantarkan surat-ku.

  1. Dare(kata kerja bantu, berani) pada umumnya digunakan pada kalimat negatif.

Contoh : dare you smoke in class? = Apakah kamu berani merokok di dalam kelas.

By : AGP.